×
×

Rumahmu Lebih Baik Bagimu


Rumahmu Lebih Baik BagimuRUMAHMU LEBIH BAIK BAGIMU

Ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq

Shalat berjamaah di masjid merupakan perkara yang lazim. Namun sesungguhnya Islam telah mengatur hal-hal khusus bagi wanita. Dan bagaimana Islam menyikapi kondisi saat ini di mana para wanita datang ke masjid dengan bersolek dan membuka auratnya? Simak bahasan berikut.

Sejak zaman nubuwwah, kehadiran wanita untuk shalat berjamaah di masjid bukanlah sesuatu yang asing. Hal ini kita ketahui dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam, di antaranya hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma. Kata beliau:

“Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam mengakhirkan shalat ‘Isya hingga ‘Umar berseru memanggil beliau seraya berkata, ‘Telah tertidur para wanita dan anak-anak’ [1].

Maka keluarlah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam. Beliau berkata kepada orang-orang yang hadir di masjid:

مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ غَيْرُكُمْ

‘Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini selain kalian’.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 566 dan Muslim no. 638)

Aisyah Radhiyallahu ‘anha juga berkata:

كُنَّ نِسَاءُ الْمؤْمِنَاتِ يَشْهَدْنَ مَعَ رَسُولِ اللهِ  صَلاةَ الْفَجْرِ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوْطِهِنَّ ثُمَّ يَنْقَلِبْنَ إِلَى بُيُوْتِهِنَّ حِيْنَ يَقْضِيْنَ الصَّلَاةَ لاَ يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْغَلَسِ

“Mereka wanita-wanita mukminah menghadiri shalat Subuh bersama Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam, mereka berselimut dengan kain-kain mereka. Kemudian para wanita itu kembali ke rumah-rumah mereka seselesainya dari shalat tanpa ada seorang pun yang mengenali mereka karena masih gelap.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 578 dan Muslim no. 645)

Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha menceritakan, “Di masa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam, para wanita yang ikut hadir dalam shalat berjamaah, selesai salam segera bangkit meninggalkan masjid pulang kembali ke rumah mereka. Sementara Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam dan jamaah laki-laki tetap diam di tempat mereka sekadar waktu yang diinginkan Allah. Apabila Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bangkit, bangkit pula kaum laki-laki tersebut.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 866, 870)

Abu Qatadah al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي لَأَقُومُ إِلَى الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيْدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيْهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتيِ كَرَاهَةً أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ

“Aku berdiri untuk menunaikan shalat dan tadinya aku berniat untuk memanjangkannya. Namun kemudian aku mendengar tangisan bayi, maka aku pun memendekkan shalatku karena aku tidak suka memberatkan ibunya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 868)

Beberapa hadits di atas cukuplah menunjukkan bagaimana keikutsertaan wanita dalam shalat berjamaah di masjid. Lalu sekarang timbul pertanyaan, apa hukum shalat berjamaah bagi wanita?

Dalam hal ini, wanita tidaklah sama dengan laki-laki. Dikarenakan ulama telah sepakat bahwa shalat jamaah tidaklah wajib bagi wanita dan tidak ada perselisihan pendapat di kalangan mereka dalam permasalahan ini.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata (al-Muhalla, 3/125), “Tidak diwajibkan bagi kaum wanita untuk menghadiri shalat maktubah (shalat fardhu) secara berjamaah. Hal ini merupakan perkara yang tidak diperselisihkan (di kalangan ulama).”

Beliau juga berkata, “Adapun kaum wanita, hadirnya mereka dalam shalat berjamaah tidak wajib. Hal ini tidaklah diperselisihkan. Didapatkan atsar yang sahih bahwasanya para istri Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam shalat di kamar-kamar mereka dan tidak keluar menuju masjid.” (al-Muhalla, 4/196)

Al-Imam  an-Nawawi rahimahullah menyatakan, “Teman-teman kami (yakni ulama mazhab Syafi’iyah) berkata bahwa hukum shalat berjamaah bagi wanita tidaklah fardhu ‘ain tidak pula fardhu kifayah, akan tetapi hanya mustahab (sunnah) saja bagi mereka.” (al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 4/188)

Ibnu Qudamah rahimahullah juga mengisyaratkan tidak wajibnya shalat jamaah bagi wanita. Beliau menekankan bahwa shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih utama. (al-Mughni, 2/18)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam sendiri telah bersabda kepada para wanita:

صَلاَةُ إِحْدَاكُنَّ فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا في حُجْرَتِهَا، وَصَلَاتُهَا فِي حُجْرَتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي دَارِهَا، وَصَلَاتُهَا فِي دَارِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي مَسْجِدِ قَوْمِهَا، وَصَلَاتُهَا فِي مَسْجِدِ قَوْمِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا مَعِي

“Shalatnya salah seorang dari kalian di makhda’-nya (kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan barang berharga) lebih utama daripada shalatnya di kamarnya. Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalatnya di rumahnya. Dan shalatnya di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya. Dan shalatnya di masjid kaumnya lebih utama daripada shalatnya bersamaku.” (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban dalam Shahih keduanya. Dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 155)

Beliau Shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ

“Jangan kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari shalat di masjid-masjid-Nya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 900 dan Muslim no. 442)

Dalam riwayat Abu Dawud (no. 480) ada tambahan:

وَبُيُوْتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

“Meskipun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (Disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Abu Dawud no. 576 dan al-Misykat no. 1062)

Dalam Nailul Authar, al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata setelah membawakan hadits di atas, “Yakni shalat mereka di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka daripada shalat mereka di masjid-masjid, seandainya mereka mengetahui yang demikian itu. Akan tetapi mereka tidak mengetahuinya sehingga meminta izin untuk keluar berjamaah di masjid, dengan keyakinan pahala yang akan mereka peroleh dengan shalat di masjid lebih besar. Shalat mereka di rumah lebih utama karena aman dari fitnah. Yang menekankan alasan ini adalah ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ketika melihat para wanita keluar ke masjid dengan tabarruj dan bersolek.” [2] (Nailul Authar, 3/168)

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah setelah menyebutkan hadits, “Meskipun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”, menyatakan dalam salah satu fatwanya, “Hadits ini memberi pengertian bahwa shalat wanita di rumahnya lebih utama. Jika mereka (para wanita) berkata, ‘Aku ingin shalat di masjid agar dapat berjamaah.’ Maka akan saya katakan, ‘Sesungguhnya shalatmu di rumahmu lebih utama dan lebih baik.’ Hal ini dikarenakan seorang wanita akan terjauhkan dari ikhtilath (bercampur-baur tanpa batas) bersama lelaki lain sehingga akan menjauhkannya dari fitnah (godaan).” (Majmu’ah Durus Fatawa, 2/274)

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah juga mengatakan, “Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda demikian sementara beliau berada di Madinah. Kita tahu bahwa shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan dan nilai lebih. Akan tetapi karena shalat seorang wanita di rumahnya lebih tertutup baginya dan lebih jauh dari godaan maka hal itu lebih utama dan lebih baik.” (al-Fatawa al-Makkiyyah, hlm. 26—27, sebagaimana dinukil dalam al-Qaulul Mubin fi Ma’rifati ma Yuhammul Mushallin, hlm. 570)

Dari keterangan di atas, jelaslah bagi kita akan keutamaan shalat wanita di rumahnya. Setelah ini mungkin timbul pertanyaan di benak kita: Apakah shalat berjamaah yang dilakukan wanita di rumahnya masuk dalam sabda Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam:

“Shalat berjamaah dibandingkan shalat sendiri lebih utama 25 (dalam riwayat lain: 27) derajat.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 645, 646 dan Muslim no. 649, 650)

Dalam hal ini Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah menegaskan bahwa keutamaan 25 atau 27 derajat yang disebutkan dalam hadits khusus bagi shalat berjamaah di masjid karena beberapa perkara yang tidak mungkin didapatkan kecuali dengan datang berjamaah di masjid. (Fathul Bari, 2/165, 167)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam telah mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya:

“Shalat seseorang dengan berjamaah dilipatgandakan sebanyak 25 kali lipat bila dibandingkan shalatnya di rumahnya atau di pasar. Hal itu dia peroleh dengan berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu ia keluar menuju masjid dan tidak ada yang mengeluarkan dia kecuali semata untuk shalat. Maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah melainkan diangkat baginya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan. Tatkala ia shalat, para malaikat terus-menerus mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya dengan doa, ‘Ya Allah, berilah shalawat atasnya. Ya Allah, rahmatilah dia!’ Terus-menerus salah seorang dari kalian teranggap dalam keadaan shalat selama ia menanti shalat.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 647 dan Muslim no. 649)

Dengan demikian, shalat jamaah wanita di rumahnya tidak termasuk dalam keutamaan 25 atau 27 derajat. Akan tetapi mereka yang melakukannya mendapatkan keutamaan tersendiri, yaitu shalat mereka di rumahnya, secara sendiri ataupun berjamaah, lebih utama daripada shalatnya di masjid. Wallahu a‘lam.

Wanita Mengimami Jamaah Wanita

Ulama berbeda pendapat tentang hukum seorang wanita mengimami wanita lain dalam shalat berjamaah.

Ada yang menganggap mustahab (sunnah), seperti riwayat dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah c. Ini pendapat yang dipegangi ‘Atha’, ats-Tsauri, al-Auza’i, asy-Syafi’i, Ishaq, dan Abu Tsaur.

Ada yang menganggap tidak disunnahkan, seperti pendapat al-Imam Ahmad [3]. Ada pula yang memakruhkannya seperti ashabur ra’yi.
Sedangkan asy-Sya’bi, an-Nakha’i, dan Qatadah berpendapat bahwa shalat jamaah bagi wanita ini hanya dilakukan dalam shalat sunnah bukan shalat wajib. Al-Hasan dan Sulaiman bin Yasar mengatakan, wanita tidak boleh mengimani wanita lain dalam shalat wajib ataupun shalat sunnah.

Sedangkan al-Imam Malik berpan-dangan tidak pantas wanita mengimami seorang pun, karena dimakruhkan baginya untuk mengumandangkan adzan, sementara adzan merupakan panggilan untuk shalat berjamaah. (al-Mughni, 2/17)

Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Tamamul Minnah membawakan beberapa atsar yang berkaitan dengan hal ini. Di antaranya:

أَنَّها كَانَتْ تُؤَذِّنُ وَتُقِيْمُ وَتَؤُمُّ النِّسَاءَ، وَتَقِفُ وَسَطَهُنَّ

“Dahulu dia (Aisyah Radhiyallahu ‘anha) pernah adzan dan iqamah serta mengimami para wanita dan beliau berdiri di tengah mereka.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra)

Hujairah bintu Hushain berkata, “Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha pernah mengimami kami dalam shalat Ashar, dan beliau berdiri di antara kami.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, Ibnu Abi Syaibah, dan al-Baihaqi)

Kemudian asy-Syaikh al-Albani berkata, “Atsar-atsar ini baik untuk diamalkan. Terlebih lagi bila dihubungkan dengan keumuman sabda Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam: ‘Para wanita itu saudara kandung (serupa) dengan laki-laki’.” (Tamamul Minnah, hlm. 154)

Dari keterangan di atas bisa disimpulkan bolehnya wanita mengimami wanita lain dalam shalat berjamaah di rumah, karena adanya contoh dari perbuatan para shahabiyah tanpa ada yang menyelisihi mereka. Juga tidak didapatkan adanya larangan Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam dalam hal ini.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Boleh seorang wanita mengimami wanita lain dalam shalat, namun ia tidak boleh mengimami kaum laki-laki.” (al-Muhalla, 4/219)

Tata Cara Berjamaah bagi Wanita

Ada beberapa perkara yang perlu diperhatikan bila para wanita ingin menegakkan shalat berjamaah di kalangan mereka. Di antaranya:

1. Adzan dan iqamah

Dalam pelaksanaan shalat berjamaah, dibolehkan bagi wanita untuk adzan dan iqamah dengan dalil atsar dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha di atas dan atsar lainnya seperti yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (1/202)—dengan sanad yang jayyid (bagus), kata asy-Syaikh al-Albani [4] — dari Wahab bin Kisan. Ia berkata, “Ibnu ‘Umar ditanya, ‘Apakah ada adzan bagi wanita?’ Mendapat pertanyaan demikian, Ibnu ‘Umar marah dan berkata, ‘Apakah aku melarang dari dzikrullah (berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala)?’.”

2. Posisi Imam

Imam wanita berdiri di tengah-tengah makmumnya di dalam shaf, sebagaimana riwayat ‘Aisyah dan Ummu Salamah c di atas. Ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama salaf. Namun bila imam tersebut maju di depan shaf maka tidak didapatkan larangan dalam hal ini. Akan tetapi berpegang teguh dengan apa yang dilakukan salaf adalah lebih baik dan lebih utama. (Jami’ Ahkamin Nisa’, 1/352)

Ibnu Juraij berkata, “Bila seorang wanita mengimami wanita lain, maka ia tidak maju di depan mereka tetapi ia sejajar dengan mereka. Ini dilakukan dalam shalat wajib maupun sunnah.” Lalu ada yang berkata kepada Ibnu Juraij, “Bagaimana bila jamaah itu banyak hingga mencapai dua shaf atau lebih?” Ibnu Juraij menjawab, ‘Ia berdiri di tengah-tengah mereka’.” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, 3/140)

Demikian pula yang dikatakan oleh Ma’mar (al-Mushannaf, 3/140). Juga al-Hasan dan asy-Sya’bi dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 2/89).

3. Memperdengarkan suara atau tidak?

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Wanita memperdengarkan suaranya dalam shalat jahr [5]. Namun bila di tempat itu ada laki-laki maka ia tidak boleh memperdengarkan suaranya kecuali bila laki-laki itu adalah mahramnya.” (al-Mughni, 2/17)

Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.

CATATAN PENTING UNTUK IMAM SHALAT

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata dalam salah satu fatwanya:

“Dibolehkan bagi wanita untuk shalat secara berjamaah dengan diimami salah seorang dari mereka, dan imam ini berdiri di shaf makmumnya (bersisian), bukan di depan mereka. Shalat berjamaah ini tidaklah wajib bagi mereka karena kewajiban jamaah termasuk kekhususan laki-laki. Adapun mereka, boleh shalat berjamaah ataupun sendirian.”

Ketika beliau ditanya tentang kebolehan wanita memperdengarkan suaranya di dalam shalat jahriyah dalam rangka memudahkan untuk khusyuk, beliau menjawab, “Untuk shalat yang dilakukan pada malam hari, disunnahkan baginya jahr dalam bacaan shalat, baik dalam shalat fardhu ataupun shalat nafilah (sunnah) selama tidak terdengar oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Karena bila sampai terdengar, dikhawatirkan laki-laki itu akan terfitnah (tergoda) dengan suaranya. Bila di tempat tersebut tidak ada laki-laki yang bukan mahramnya, namun ketika mengeraskan bacaan shalatnya berakibat mengganggu dan mengacaukan orang lain yang sedang shalat, maka hendaknya ia merendahkan suaranya (membaca dengan sirr).

Adapun dalam shalat yang dilakukan pada siang hari, ia tidak boleh memperdengarkan suaranya ketika membaca surat Al-Qur’an. Karena shalat siang hari adalah sirriyyah. Ia membaca sebatas didengar dirinya sendiri karena tidak disunnahkan jahr dalam shalat siang hari.” (al-Muntaqa, asy-Syaikh al-Fauzan, 3/76, 201)

Sumber: Majalah Asy Syariah

Catatan Kaki:

  1. Yakni mereka yang ikut hadir untuk shalat berjamaah di masjid. (Syarh Shahih Muslim 5/137, Fathul Bari, 2/59)
  2. Yang dimaksud al-Imam asy-Syaukani rahimahullah adalah atsar yang diriwayatkan al-Imam al-Bukhari (no. 869) dan al-Imam Muslim (no. 445) dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Seandainya Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam melihat apa yang diperbuat oleh para wanita itu niscaya beliau akan melarang mereka mendatangi masjid sebagaimana dilarangnya para wanita Bani Israil.” Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Yang diperbuat oleh para wanita tersebut adalah (keluar ke masjid dengan) mengenakan perhiasan, wangi-wangian, dan pakaian yang bagus.” (Syarah Shahih Muslim, 4/164)
  3. Didapatkan pula keterangan bahwa al-Imam Ahmad rahimahullah juga menganggap mustahab. Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Al-Auza’i, ats-Tsauri, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, dan Abu Tsaur rahimahumullah berkata, ‘Disunnahkan bagi seorang wanita untuk mengimami wanita lain dan ia berdiri di tengah-tengah mereka’.” (al-Muhalla, 4/220)
  4. Tamamul Minnah, hlm. 153.
  5. Yaitu shalat Maghrib, ‘Isya, dan Subuh.

Sumber : Rumahmu Lebih Baik Bagimu

Artikel Lainnya

Tentang Kami

🏠 Muslimstore.id adalah marketplace islami yang menjual berbagaimacam produk perlengkapan kaum muslimin, seperti buku-buku dan majalah islami, bahasa arab, pakaian muslim, jubah dan gamis, kurma, aneka herbal, parfum non alkohol dll.

📍 Semua barang yang dijual di website ini adalah milik masing-masing pedagang dari daerahnya masing-masing jadi buka tanggung jawab pemilik website, akan tetapi para pedagang di website ini insya Allah orang-orang yang amanah.


Semoga anda mendapatkan produk yang anda cari di sini, semoga Allah membarokahi muamalah kita semuanya. Aamiin.., dan apabila ada pertanyaan jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Hubungi Kami



Rp.167.000,-
93 Dilihat


Rp.168.000,-
145 Dilihat


Rp.130.000,-
212 Dilihat


Rp.25.000,-
214 Dilihat


Rp.130.000,-
150 Dilihat


Rp.100.000,-
110 Dilihat


Rp.185.000,-
231 Dilihat

Aceh Barat, Aceh Aceh Barat Daya, Aceh Aceh Besar, Aceh Aceh Jaya, Aceh Aceh Selatan, Aceh Aceh Singkil, Aceh Aceh Tamiang, Aceh Aceh Tengah, Aceh Aceh Tenggara, Aceh Aceh Timur, Aceh Aceh Utara, Aceh Bener Meriah, Aceh Bireuen, Aceh Gayo Lues, Aceh Kota Banda Aceh, Aceh Kota Langsa, Aceh Kota Lhokseumawe, Aceh Kota Sabang, Aceh Kota Subulussalam, Aceh Nagan Raya, Aceh Pidie, Aceh Pidie Jaya, Aceh Simeulue, Aceh Badung, Bali Bangli, Bali Buleleng, Bali Gianyar, Bali Jembrana, Bali Karangasem, Bali Klungkung, Bali Kota Denpasar, Bali Tabanan, Bali Kota Cilegon, Banten Kota Serang, Banten Kota Tangerang, Banten Kota Tangerang Selatan, Banten Lebak, Banten Pandeglang, Banten Serang, Banten Tangerang, Banten Bengkulu Selatan, Bengkulu Bengkulu Tengah, Bengkulu Bengkulu Utara, Bengkulu Kaur, Bengkulu Kepahiang, Bengkulu Kota Bengkulu, Bengkulu Lebong, Bengkulu Mukomuko, Bengkulu Rejang Lebong, Bengkulu Seluma, Bengkulu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jakarta Barat, Dki Jakarta Jakarta Pusat, Dki Jakarta Jakarta Selatan, Dki Jakarta Jakarta Timur, Dki Jakarta Jakarta Utara, Dki Jakarta Kepulauan Seribu, Dki Jakarta Boalemo, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Gorontalo, Gorontalo Gorontalo Utara, Gorontalo Kota Gorontalo, Gorontalo Pahuwato, Gorontalo Batanghari, Jambi Bungo, Jambi Kerinci, Jambi Kota Jambi, Jambi Kota Sungai Penuh, Jambi Merangin, Jambi Muaro Jambi, Jambi Sarolangun, Jambi Tanjung Jabung Barat, Jambi Tanjung Jabung Timur, Jambi Tebo, Jambi Bandung, Jawa Barat Bandung Barat, Jawa Barat Bekasi, Jawa Barat Bogor, Jawa Barat Ciamis, Jawa Barat Cianjur, Jawa Barat Cirebon, Jawa Barat Garut, Jawa Barat Indramayu, Jawa Barat Karawang, Jawa Barat Kota Bandung, Jawa Barat Kota Banjar, Jawa Barat Kota Bekasi, Jawa Barat Kota Bogor, Jawa Barat Kota Cimahi, Jawa Barat Kota Cirebon, Jawa Barat Kota Depok, Jawa Barat Kota Sukabumi, Jawa Barat Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Kuningan, Jawa Barat Majalengka, Jawa Barat Purwakarta, Jawa Barat Subang, Jawa Barat Sukabumi, Jawa Barat Sumedang, Jawa Barat Tasikmalaya, Jawa Barat Banjarnegara, Jawa Tengah Banyumas, Jawa Tengah Batang, Jawa Tengah Blora, Jawa Tengah Boyolali, Jawa Tengah Brebes, Jawa Tengah Cilacap, Jawa Tengah Demak, Jawa Tengah Grobogan, Jawa Tengah Jepara, Jawa Tengah Karanganyar, Jawa Tengah Kebumen, Jawa Tengah Kendal, Jawa Tengah Klaten, Jawa Tengah Kota Magelang, Jawa Tengah Kota Pekalongan, Jawa Tengah Kota Salatiga, Jawa Tengah Kota Semarang, Jawa Tengah Kota Surakarta, Jawa Tengah Kota Tegal, Jawa Tengah Kudus, Jawa Tengah Magelang, Jawa Tengah Pati, Jawa Tengah Pekalongan, Jawa Tengah Pemalang, Jawa Tengah Purbalingga, Jawa Tengah Purworejo, Jawa Tengah Rembang, Jawa Tengah Semarang, Jawa Tengah Sragen, Jawa Tengah Sukoharjo, Jawa Tengah Tegal, Jawa Tengah Temanggung, Jawa Tengah Wonogiri, Jawa Tengah Wonosobo, Jawa Tengah Bangkalan, Jawa Timur Banyuwangi, Jawa Timur Blitar, Jawa Timur Bojonegoro, Jawa Timur Bondowoso, Jawa Timur Gresik, Jawa Timur Jember, Jawa Timur Jombang, Jawa Timur Kediri, Jawa Timur Kota Batu, Jawa Timur Kota Blitar, Jawa Timur Kota Kediri, Jawa Timur Kota Madiun, Jawa Timur Kota Malang, Jawa Timur Kota Mojokerto, Jawa Timur Kota Pasuruan, Jawa Timur Kota Probolinggo, Jawa Timur Kota Surabaya, Jawa Timur Lamongan, Jawa Timur Lumajang, Jawa Timur Madiun, Jawa Timur Magetan, Jawa Timur Malang, Jawa Timur Mojokerto, Jawa Timur Nganjuk, Jawa Timur Ngawi, Jawa Timur Pacitan, Jawa Timur Pamekasan, Jawa Timur Pasuruan, Jawa Timur Ponorogo, Jawa Timur Probolinggo, Jawa Timur Sampang, Jawa Timur Sidoarjo, Jawa Timur Situbondo, Jawa Timur Sumenep, Jawa Timur Trenggalek, Jawa Timur Tuban, Jawa Timur Tulungagung, Jawa Timur Bengkayang, Kalimantan Barat Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Kayong Utara, Kalimantan Barat Ketapang, Kalimantan Barat Kota Pontianak, Kalimantan Barat Kota Singkawang, Kalimantan Barat Kubu Raya, Kalimantan Barat Landak, Kalimantan Barat Melawi, Kalimantan Barat Pontianak, Kalimantan Barat Sambas, Kalimantan Barat Sanggau, Kalimantan Barat Sekadau, Kalimantan Barat Sintang, Kalimantan Barat Balangan, Kalimantan Selatan Banjar, Kalimantan Selatan Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Kotabaru, Kalimantan Selatan Tabalong, Kalimantan Selatan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Tanah Laut, Kalimantan Selatan Tapin, Kalimantan Selatan Barito Selatan, Kalimantan Tengah Barito Timur, Kalimantan Tengah Barito Utara, Kalimantan Tengah Gunung Mas, Kalimantan Tengah Kapuas, Kalimantan Tengah Katingan, Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Lamandau, Kalimantan Tengah Murung Raya, Kalimantan Tengah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Seruyan, Kalimantan Tengah Sukamara, Kalimantan Tengah Berau, Kalimantan Timur Bulungan, Kalimantan Timur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Kota Bontang, Kalimantan Timur Kota Samarinda, Kalimantan Timur Kota Tarakan, Kalimantan Timur Kutai Barat, Kalimantan Timur Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Kutai Timur, Kalimantan Timur Malinau, Kalimantan Timur Nunukan, Kalimantan Timur Paser, Kalimantan Timur Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Tana Tidung, Kalimantan Timur Bangka, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Belitung, Kepulauan Bangka Belitung Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Bintan, Kepulauan Riau Karimun, Kepulauan Riau Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau Kota Batam, Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Lingga, Kepulauan Riau Natuna, Kepulauan Riau Kota Bandar Lampung, Lampung Kota Metro, Lampung Lampung Barat, Lampung Lampung Selatan, Lampung Lampung Tengah, Lampung Lampung Timur, Lampung Lampung Utara, Lampung Mesuji, Lampung Pesawaran, Lampung Pringsewu, Lampung Tanggamus, Lampung Tulang Bawang, Lampung Tulang Bawang Barat, Lampung Way Kanan, Lampung Buru, Maluku Buru Selatan, Maluku Kepulauan Aru, Maluku Kota Ambon, Maluku Kota Tual, Maluku Maluku Barat Daya, Maluku Maluku Tengah, Maluku Maluku Tenggara, Maluku Maluku Tenggara Barat, Maluku Seram Bagian Barat, Maluku Seram Bagian Timur, Maluku Halmahera Barat, Maluku Utara Halmahera Selatan, Maluku Utara Halmahera Tengah, Maluku Utara Halmahera Timur, Maluku Utara Halmahera Utara, Maluku Utara Kepulauan Sula, Maluku Utara Kota Ternate, Maluku Utara Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara Pulau Morotai, Maluku Utara Bima, Nusa Tenggara Barat Dompu, Nusa Tenggara Barat Kota Bima, Nusa Tenggara Barat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat Alor, Nusa Tenggara Timur Belu, Nusa Tenggara Timur Ende, Nusa Tenggara Timur Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Kupang, Nusa Tenggara Timur Lembata, Nusa Tenggara Timur Manggarai, Nusa Tenggara Timur Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur Nagekeo, Nusa Tenggara Timur Ngada, Nusa Tenggara Timur Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur Sikka, Nusa Tenggara Timur Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur Asmat, Papua Biak Numfor, Papua Boven Digoel, Papua Deiyai, Papua Dogiyai, Papua Intan Jaya, Papua Jayapura, Papua Jayawijaya, Papua Keerom, Papua Kepulauan Yapen, Papua Kota Jayapura, Papua Lanny Jaya, Papua Mamberamo Raya, Papua Mamberamo Tengah, Papua Mappi, Papua Merauke, Papua Mimika, Papua Nabire, Papua Nduga, Papua Paniai, Papua Pegunungan Bintang, Papua Puncak, Papua Puncak Jaya, Papua Sarmi, Papua Supiori, Papua Tolikara, Papua Waropen, Papua Yahukimo, Papua Yalimo, Papua Fakfak, Papua Barat Kaimana, Papua Barat Kota Sorong, Papua Barat Manokwari, Papua Barat Maybrat, Papua Barat Raja Ampat, Papua Barat Sorong, Papua Barat Sorong Selatan, Papua Barat Tambrauw, Papua Barat Teluk Bintuni, Papua Barat Teluk Wondama, Papua Barat Bengkalis, Riau Indragiri Hilir, Riau Indragiri Hulu, Riau Kampar, Riau Kepulauan Meranti, Riau Kota Dumai, Riau Kota Pekanbaru, Riau Kuantan Singingi, Riau Pelalawan, Riau Rokan Hilir, Riau Rokan Hulu, Riau Siak, Riau Majene, Sulawesi Barat Mamasa, Sulawesi Barat Mamuju, Sulawesi Barat Mamuju Utara, Sulawesi Barat Polewali Mandar, Sulawesi Barat Bantaeng, Sulawesi Selatan Barru, Sulawesi Selatan Bone, Sulawesi Selatan Bulukumba, Sulawesi Selatan Enrekang, Sulawesi Selatan Gowa, Sulawesi Selatan Jeneponto, Sulawesi Selatan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan Kota Palopo, Sulawesi Selatan Kota Pare Pare, Sulawesi Selatan Luwu, Sulawesi Selatan Luwu Timur, Sulawesi Selatan Luwu Utara, Sulawesi Selatan Maros, Sulawesi Selatan Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan Pinrang, Sulawesi Selatan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan Sinjai, Sulawesi Selatan Soppeng, Sulawesi Selatan Takalar, Sulawesi Selatan Tana Toraja, Sulawesi Selatan Toraja Utara, Sulawesi Selatan Wajo, Sulawesi Selatan Banggai, Sulawesi Tengah Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Buol, Sulawesi Tengah Donggala, Sulawesi Tengah Kota Palu, Sulawesi Tengah Morowali, Sulawesi Tengah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Poso, Sulawesi Tengah Sigi, Sulawesi Tengah Tolitoli, Sulawesi Tengah Tojo Una-una, Sulawesi Tengah Bombana, Sulawesi Tenggara Buton, Sulawesi Tenggara Buton Utara, Sulawesi Tenggara Kolaka, Sulawesi Tenggara Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Konawe, Sulawesi Tenggara Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Muna, Sulawesi Tenggara Wakatobi, Sulawesi Tenggara Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Kota Bitung, Sulawesi Utara Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara Kota Manado, Sulawesi Utara Kota Tomohon, Sulawesi Utara Minahasa, Sulawesi Utara Minahasa Selatan, Sulawesi Utara Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Minahasa Utara, Sulawesi Utara Kep. Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara Agam, Sumatera Barat Dharmasraya, Sumatera Barat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat Kota Padang, Sumatera Barat Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Kota Pariaman, Sumatera Barat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Kota Solok, Sumatera Barat Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Padang Pariaman, Sumatera Barat Pasaman, Sumatera Barat Pasaman Barat, Sumatera Barat Pesisir Selatan, Sumatera Barat Sijunjung, Sumatera Barat Solok, Sumatera Barat Solok Selatan, Sumatera Barat Tanah Datar, Sumatera Barat Banyuasin, Sumatera Selatan Empat Lawang, Sumatera Selatan Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan Kota Palembang, Sumatera Selatan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan Lahat, Sumatera Selatan Muara Enim, Sumatera Selatan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Musi Rawas, Sumatera Selatan Ogan Ilir, Sumatera Selatan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan Asahan, Sumatera Utara Batu Bara, Sumatera Utara Dairi, Sumatera Utara Deli Serdang, Sumatera Utara Humbang Hasundutan, Sumatera Utara Karo, Sumatera Utara Kota Binjai, Sumatera Utara Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Kota Medan, Sumatera Utara Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara Kota Sibolga, Sumatera Utara Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara Labuhanbatu, Sumatera Utara Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara Langkat, Sumatera Utara Mandailing Natal, Sumatera Utara Nias, Sumatera Utara Nias Barat, Sumatera Utara Nias Selatan, Sumatera Utara Nias Utara, Sumatera Utara Padang Lawas, Sumatera Utara Padang Lawas Utara, Sumatera Utara Pakpak Bharat, Sumatera Utara Samosir, Sumatera Utara Serdang Bedagai, Sumatera Utara Simalungun, Sumatera Utara Tapanuli Selatan, Sumatera Utara Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Tapanuli Utara, Sumatera Utara Toba Samosir, Sumatera Utara