×
×

Kisah Nabi Syu’aib


Kisah nabi syuaibKISAH NABI SYU’AIB

Ditulis Oleh:  Al-Ustadz Abu Muhammad Harits

Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang yang sebenarnya tidak terdesak untuk melakukan perbuatan tersebut dosanya lebih besar daripada orang yang berbuat maksiat karena memang ia terdesak untuk berbuat demikian. Seperti umat Nabi Syu’aib yang telah dikaruniai harta yang berlimpah namun mereka masih berbuat dosa dengan melakukan kecurangan dalam timbangan. Allah subhanahu wa ta’ala pun mengadzab mereka dengan adzab yang pedih.

Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat Syu’aib ‘alaihis sallam menjadi Nabi dan mengutus beliau ke negeri Madyan. Kejahatan yang dilakukan penduduk Madyan tidak hanya melakukan kesyirikan tetapi juga berbuat curang dalam timbangan dan takaran. Juga melakukan kecurangan dalam bermuamalat dan mengurangi hak orang lain. Nabi Syu’aib alaihis sallam mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah saja dan melarang mereka berbuat syirik. Beliau juga memerintahkan agar berbuat adil dan jujur dalam bermuamalat, serta mengingatkan mereka agar jangan merugikan orang lain.

Nabi Syu’aib mengingatkan kaumnya tentang kebaikan yang telah Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan kepada mereka berupa rizki yang beraneka ragam. Sesungguhnya dengan itu semua, mereka tidak perlu sampai menzalimi manusia dalam urusan harta. Nabi Syu’aib alaihis sallam juga mengancam dengan adzab yang mengepung mereka di dunia sebelum di akhirat nanti. Namun mereka menyambutnya dengan ejekan dan menolak seruan itu sambil mengejek. Mereka berkata:

“Hai Syu’aib, apakah shalatmu (agamamu) menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.” (Hud: 87)

Yakni, kami tetap akan bertahan menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami. Dan kami akan tetap berbuat terhadap harta kami dengan berbagai bentuk muamalat yang kami inginkan, tidak berada di bawah aturan atau ketetapan Allah dan para rasul-Nya. Nabi Syu’aib alaihis sallam berkata (sebagaimana firman Allah):

“Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan dianugerahkan kepadaku daripada-Nya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahnya?” (Hud: 88). Maksudnya, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mencukupi aku (dengan rizki-Nya). Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (Hud: 88)

Yakni, tidaklah aku melarang kalian dari berbagai muamalat yang buruk dan di dalamnya terdapat perbuatan yang menzalimi manusia, melainkan aku adalah orang pertama yang meninggalkannya, padahal Allah telah memberi aku harta dan memperluas rizki untukku. Dan saya sangat membutuhkan adanya hubungan muamalat ini. Namun saya terikat dengan kewajiban taat kepada Rabbku. Saya tidak bermaksud dengan tindakan dan perintahku ini kepada kalian kecuali mendatangkan perbaikan. Artinya, semampu saya, saya akan berusaha agar keadaan dunia dan akhirat kalian menjadi baik.

“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku berserah diri dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Hud: 88)

Kemudian beliau mengancam mereka dengan siksaan yang pernah menimpa umat-umat yang masa dan tempatnya di sekitar mereka. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Janganlah sekali-kali pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat aniaya sehingga kamu ditimpa adzab seperti yang menimpa kaum  Nuh atau kaum Hud atau kaum Shalih, sedangkan kaum Luth tidak (pula) jauh dari kalian.” (Hud: 89)

Beliau menawarkan kepada mereka agar bertaubat dan membangkitkan keinginan mereka untuk bertaubat. Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam berkata, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

“Dan mohonlah ampunan kepada Rabb kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (Hud: 90). Namun semua seruan itu tidak berfaidah sedikitpun. Mereka berkata:

“Kami tidak banyak mengerti apa yang kamu katakan.” (Hud: 91)

Perkataan ini jelas karena sikap keras kepala mereka dan kebencian yang sangat besar terhadap kebenaran.

“Dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seseorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami sudah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami.” (Hud: 91)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Syu’aib menjawab: ‘Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandangan kalian daripada Allah, sedangkan Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.’” (Hud: 92)
Dan ketika melihat kekerasan mereka, beliau berkata:

“Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa adzab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (adzab Allah), sesungguhnya akupun menunggu bersama kalian.’ Dan ketika datang adzab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami. Sedangkan orang-orang yang dzalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.” (Hud: 93-94)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengirimkan rasa panas yang hebat kepada mereka yang menyumbat pernafasan mereka sehingga mereka hampir tercekik karena dahsyatnya. Di saat demikian, Allah subhanahu wa ta’ala mengirimkan awan dingin yang menaungi mereka, lalu merekapun panggil memanggil untuk bernaung di bawahnya. Setelah mereka berkumpul di bawahnya, tiba-tiba muncullah nyala api demikian hebat membakar mereka hingga merekapun mati dalam keadaan mendapat adzab, kehinaan dan kutukan sepanjang masa.

Beberapa Pelajaran

1.    Merugikan timbangan dan takaran secara khusus ataupun merugikan manusia secara umum merupakan kejahatan yang pantas menerima adzab di dunia dan akhirat.

2.    Kemaksiatan yang terjadi pada seseorang yang sebetulnya tidak ada faktor pendorong dalam dirinya dan tidak pula berhajat kepada kemaksiatan itu, dosanya lebih besar dibandingkan orang yang bermaksiat didorong oleh suatu keinginan atau kebutuhan. Oleh karena itu, zina yang dilakukan oleh seorang tua atau orang yang sudah pernah menikah, jauh lebih buruk keadaannya dibandingkan zina yang dilakukan oleh seorang pemuda atau orang yang belum pernah menikah.

3.    Begitu pula kesombongan pada diri seorang fakir (miskin), jauh lebih buruk keadaannya dibandingkan kesombongan yang dimiliki oleh seseorang yang mempunyai harta. Demikian pula pencurian yang dilakukan oleh orang yang sebetulnya tidak membutuhkan harta curian itu, dosanya jauh lebih besar daripada pencurian yang dilakukan oleh orang yang memang sangat membutuhkan harta yang dicurinya. Oleh karena inilah Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam mengatakan sebagaimana disebutkan dalam ayat:

“Sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan yang baik (mampu).”  (Hud: 84)

Yakni, kalian dalam keadaan penuh kenikmatan dan kesenangan yang berlimpah, maka apa sesungguhnya yang mendorong kalian sehingga kalian begitu tamak kepada apa yang ada di tangan manusia dengan cara yang diharamkan?

4. Pelajaran yang lain, firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu.”  (Hud: 86)

Di dalamnya terdapat dorongan untuk rela dengan apa yang diberikan Allah, merasa cukup dengan yang halal dan (menjauhi) yang haram, membatasi pandangan kepada milik sendiri dan tidak perlu melihat kepada harta benda manusia.

5. Dalam kisah ini, terdapat dalil bahwa shalat merupakan sebab terlaksananya suatu kebaikan dan meninggalkannya merupakan suatu kemungkaran serta ditunaikannya nasehat untuk sesama hamba Allah subhanahu wa ta’ala. Orang-orang kafir mengetahui hal itu sebagaimana mereka katakan kepada Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam, firman Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang ucapan mereka:

“Apakah shalatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.” (Hud: 87). Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Al-‘Ankabut: 45)

Dari sini, diketahui hikmah dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala mengapa Dia wajibkan shalat ini kepada kita lima kali sehari semalam, (yaitu) karena begitu tinggi nilainya dan betapa besar manfaatnya dan sangat indah pengaruhnya. Segala pujian yang sempurna hanya bagi Allah atas semua kenikmatan itu.

6. Seorang manusia dalam setiap gerak-geriknya dan dalam bermuamalat masalah harta berada di bawah ketentuan hukum syariat. Maka apa saja yang dibolehkan, itulah yang harus dikerjakan dan apa yang dilarang oleh syariat sudah tentu harus ditinggalkannya.
Barangsiapa yang menganggap dia bebas berbuat dengan hartanya dalam bermuamalat dengan cara yang baik ataupun buruk, maka sama saja keadaannya dengan orang yang menganggap amalan atau gerak-gerik badannya juga bebas tidak terikat aturan syariat. Dengan demikian, tidak ada bedanya menurut dia antara kekafiran dan keimanan, kejujuran dan kebohongan, perbuatan yang baik dan yang buruk, semua boleh.

Tentunya jelas bagi kita bahwa ini adalah madzhab (pendapat dan keyakinan) orang-orang ibahiyyin (yang menganggap mubah atau halalnya segala sesuatu), dan mereka ini merupakan sejahat-jahatnya makhluk. Dan madzhab kaum Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam tidak jauh berbeda dengan madzhab ini. Karena mereka mengingkari Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam yang melarang mereka dari muamalat yang bersifat dzalim, dan mengizinkan muamalat yang selain itu. Mereka menentangnya karena menganggap mereka bebas berbuat apa saja terhadap harta mereka. Sama seperti ini adalah perkataan orang-orang yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.” (Al-Baqarah: 275)

Maka barangsiapa yang menyamakan antara yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah berarti dia telah menyimpang dari fitrah dan akalnya, setelah dia melakukan penyimpangan pula dari agamanya.

7. Orang yang memberi nasehat kepada orang lain, memerintahkan (kebaikan) dan melarang mereka (dari kejelekan), agar sempurna penerimaan manusia terhadap nasehatnya itu, maka apabila dia memerintahkan suatu kebaikan hendaklah dia menjadi orang yang mula-mula mengerjakan kebaikan tersebut. Dan apabila dia melarang mereka dari suatu kemungkaran, maka hendaklah dia menjadi orang yang pertama sekali meninggalkan dan menjauhinya. Demikianlah yang dikatakan Nabi Syu’aib sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (Hud: 88)

8. Para nabi diutus dengan membawa kebaikan dan untuk memperbaiki, serta mencegah timbulnya kejahatan dan kerusakan. Maka seluruh kebaikan dan perbaikan dalam urusan agama dan dunia merupakan ajaran para nabi, terutama imam dan penutup para nabi tersebut yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau telah menampakkan dan mengulang kembali landasan utama ini dan telah pula meletakkan dasar-dasar yang besar manfaatnya, di mana mereka berjalan di atasnya dalam berbagai urusan duniawi, sebagaimana juga beliau telah meletakkan dasar-dasar utama dalam urusan agama.

9. Pada dasarnya wajib bagi tiap orang  untuk berupaya dengan sungguh-sungguh dalam kebaikan dan perbaikan, maka wajib pula baginya untuk meminta pertolongan Rabbnya dalam usaha tersebut. Dan agar dia mengetahui bahwa dia tidak mampu melakukan atau menyempurnakannya kecuali dengan pertolongan Allah, seperti yang dikatakan Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam, sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku berserah diri dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Hud: 88)

10. Seorang da’i yang mengajak umat kembali kepada Allah sangat membutuhkan sifat santun, akhlak yang baik dan kesanggupan mengimbangi perkataan dan perbuatan yang buruk yang ditujukan kepadanya dengan perbuatan yang sebaliknya. Dan sepantasnya dia tidak mempedulikan gangguan orang lain dan jangan sampai menghalangi mereka sedikitpun dari seruannya. Akhlak seperti ini yang paling sempurna hanya ada pada diri para rasul shalawatullah wa salamuhu ‘alaihim.

Maka, perhatikanlah keadaan Nabi Syu’aib dan kemuliaan akhlaknya bersama kaumnya. Bagaimana beliau mengajak kaumnya dengan segala macam cara, sementara mereka justru memperdengarkan kepada mereka kata-kata yang buruk dan membalas seruan itu dengan perbuatan-perbuatan yang keji. Beliau u tetap menunjukkan sikap santun, memaafkan mereka dan berbicara kepada mereka dengan kalimat-kalimat yang tidak keluar dari orang seperti beliau selain kebaikan.

Akhlak seperti ini adalah akhlak orang-orang yang berhasil dan memiliki keberuntungan yang besar. Dan tentunya pemiliknya mempunyai kedudukan mulia dan kenikmatan yang kekal di sisi Allah. Sehingga dengan ini semua, menjadi ringanlah baginya untuk mengobati umat yang telah demikian rusak akhlak mereka, (yang bagi orang lain) adalah suatu perkara yang sangat sulit dan bahkan lebih sulit daripada upaya membongkar sebuah gunung dari dasarnya.

Sementara itu kaumnya terus-menerus tenggelam dalam keyakinan dan pemikiran yang rusak dan bahkan mereka kerahkan semua harta, jiwa dan raga mereka untuk mengutamakan dan melebihkannya di atas segala-galanya. Apakah anda mengira, bahwa orang-orang seperti mereka ini akan merasa cukup puas hanya dengan ucapan semata bahwa keyakinan dan pemikiran yang mereka anut adalah salah dan rusak? Ataukah anda mengira bahwa mereka akan memaafkan orang yang mencaci-maki mereka dan menghina keyakinan mereka? Sekali-kali tidak, demi Allah.

Sesungguhnya mereka ini betul-betul membutuhkan bermacam-macam cara untuk memperbaiki keyakinan mereka, dan itu hanya dengan cara yang diserukan oleh para rasul. Di mana para rasul itu mengingatkan manusia dengan nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala dan bahwa Dzat yang sendirian memberikan kenikmatan kepada mereka itulah yang sesungguhnya berhak menerima peribadatan, apapun bentuknya. Juga para rasul itu menyebutkan kepada mereka berbagai kenikmatan yang terperinci dan tidak mungkin dapat dihitung oleh siapapun kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Para rasul itu mengingatkan pula bahwa dalam keyakinan dan pendirian mereka terdapat kerusakan dan penyimpangan, kegoncangan serta pertentangan yang dapat merusak keyakinan atau keimanan yang mendorong untuk ditinggalkan. Para rasul juga mengingatkan manusia tentang hari-hari Allah yang ada di hadapan dan di belakang mereka serta siksaan-Nya yang telah menimpa umat-umat yang mendustakan para rasul, mengingkari tauhid. Mereka mengingatkan bahwa hanya dengan beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya akan mendapatkan kebaikan dan kemaslahatan serta kemanfaatan dalam agama dan dunia, yang tentunya akan menarik hati siapapun dan memudahkan untuk mencapai semua tujuan.

Dengan ini semua maka seseorang membutuhkan sikap yang baik terhadap mereka. Minimal, adalah bersabar atas gangguan dan semua keburukan yang muncul dari mereka dan selalu berkata lemah-lembut dengan mereka. Dan perlunya pula mengupayakan semua jalan yang mengandung hikmah dan berdialog bersama mereka dalam berbagai urusan dengan mencukupkan sebagian yang diizinkan (diterima) jiwa mereka untuk menyempurnakannya.

11. Perlu diperhatikan pula perlunya mendahulukan hal-hal yang paling utama kemudian yang berikutnya. Dan yang paling besar usahanya melaksanakan semua ini adalah penutup para nabi dan imam seluruh makhluk ini, yaitu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam.

—————————————————

Sumber : Majalah Asy Syariah

Sumber : Kisah Nabi Syu’aib

Artikel Lainnya

Tentang Kami

🏠 Muslimstore.id adalah marketplace islami yang menjual berbagaimacam produk perlengkapan kaum muslimin, seperti buku-buku dan majalah islami, bahasa arab, pakaian muslim, jubah dan gamis, kurma, aneka herbal, parfum non alkohol dll.

📍 Semua barang yang dijual di website ini adalah milik masing-masing pedagang dari daerahnya masing-masing jadi buka tanggung jawab pemilik website, akan tetapi para pedagang di website ini insya Allah orang-orang yang amanah.


Semoga anda mendapatkan produk yang anda cari di sini, semoga Allah membarokahi muamalah kita semuanya. Aamiin.., dan apabila ada pertanyaan jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Hubungi Kami

Aceh Barat, Aceh Aceh Barat Daya, Aceh Aceh Besar, Aceh Aceh Jaya, Aceh Aceh Selatan, Aceh Aceh Singkil, Aceh Aceh Tamiang, Aceh Aceh Tengah, Aceh Aceh Tenggara, Aceh Aceh Timur, Aceh Aceh Utara, Aceh Bener Meriah, Aceh Bireuen, Aceh Gayo Lues, Aceh Kota Banda Aceh, Aceh Kota Langsa, Aceh Kota Lhokseumawe, Aceh Kota Sabang, Aceh Kota Subulussalam, Aceh Nagan Raya, Aceh Pidie, Aceh Pidie Jaya, Aceh Simeulue, Aceh Badung, Bali Bangli, Bali Buleleng, Bali Gianyar, Bali Jembrana, Bali Karangasem, Bali Klungkung, Bali Kota Denpasar, Bali Tabanan, Bali Kota Cilegon, Banten Kota Serang, Banten Kota Tangerang, Banten Kota Tangerang Selatan, Banten Lebak, Banten Pandeglang, Banten Serang, Banten Tangerang, Banten Bengkulu Selatan, Bengkulu Bengkulu Tengah, Bengkulu Bengkulu Utara, Bengkulu Kaur, Bengkulu Kepahiang, Bengkulu Kota Bengkulu, Bengkulu Lebong, Bengkulu Mukomuko, Bengkulu Rejang Lebong, Bengkulu Seluma, Bengkulu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jakarta Barat, Dki Jakarta Jakarta Pusat, Dki Jakarta Jakarta Selatan, Dki Jakarta Jakarta Timur, Dki Jakarta Jakarta Utara, Dki Jakarta Kepulauan Seribu, Dki Jakarta Boalemo, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Gorontalo, Gorontalo Gorontalo Utara, Gorontalo Kota Gorontalo, Gorontalo Pahuwato, Gorontalo Batanghari, Jambi Bungo, Jambi Kerinci, Jambi Kota Jambi, Jambi Kota Sungai Penuh, Jambi Merangin, Jambi Muaro Jambi, Jambi Sarolangun, Jambi Tanjung Jabung Barat, Jambi Tanjung Jabung Timur, Jambi Tebo, Jambi Bandung, Jawa Barat Bandung Barat, Jawa Barat Bekasi, Jawa Barat Bogor, Jawa Barat Ciamis, Jawa Barat Cianjur, Jawa Barat Cirebon, Jawa Barat Garut, Jawa Barat Indramayu, Jawa Barat Karawang, Jawa Barat Kota Bandung, Jawa Barat Kota Banjar, Jawa Barat Kota Bekasi, Jawa Barat Kota Bogor, Jawa Barat Kota Cimahi, Jawa Barat Kota Cirebon, Jawa Barat Kota Depok, Jawa Barat Kota Sukabumi, Jawa Barat Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Kuningan, Jawa Barat Majalengka, Jawa Barat Purwakarta, Jawa Barat Subang, Jawa Barat Sukabumi, Jawa Barat Sumedang, Jawa Barat Tasikmalaya, Jawa Barat Banjarnegara, Jawa Tengah Banyumas, Jawa Tengah Batang, Jawa Tengah Blora, Jawa Tengah Boyolali, Jawa Tengah Brebes, Jawa Tengah Cilacap, Jawa Tengah Demak, Jawa Tengah Grobogan, Jawa Tengah Jepara, Jawa Tengah Karanganyar, Jawa Tengah Kebumen, Jawa Tengah Kendal, Jawa Tengah Klaten, Jawa Tengah Kota Magelang, Jawa Tengah Kota Pekalongan, Jawa Tengah Kota Salatiga, Jawa Tengah Kota Semarang, Jawa Tengah Kota Surakarta, Jawa Tengah Kota Tegal, Jawa Tengah Kudus, Jawa Tengah Magelang, Jawa Tengah Pati, Jawa Tengah Pekalongan, Jawa Tengah Pemalang, Jawa Tengah Purbalingga, Jawa Tengah Purworejo, Jawa Tengah Rembang, Jawa Tengah Semarang, Jawa Tengah Sragen, Jawa Tengah Sukoharjo, Jawa Tengah Tegal, Jawa Tengah Temanggung, Jawa Tengah Wonogiri, Jawa Tengah Wonosobo, Jawa Tengah Bangkalan, Jawa Timur Banyuwangi, Jawa Timur Blitar, Jawa Timur Bojonegoro, Jawa Timur Bondowoso, Jawa Timur Gresik, Jawa Timur Jember, Jawa Timur Jombang, Jawa Timur Kediri, Jawa Timur Kota Batu, Jawa Timur Kota Blitar, Jawa Timur Kota Kediri, Jawa Timur Kota Madiun, Jawa Timur Kota Malang, Jawa Timur Kota Mojokerto, Jawa Timur Kota Pasuruan, Jawa Timur Kota Probolinggo, Jawa Timur Kota Surabaya, Jawa Timur Lamongan, Jawa Timur Lumajang, Jawa Timur Madiun, Jawa Timur Magetan, Jawa Timur Malang, Jawa Timur Mojokerto, Jawa Timur Nganjuk, Jawa Timur Ngawi, Jawa Timur Pacitan, Jawa Timur Pamekasan, Jawa Timur Pasuruan, Jawa Timur Ponorogo, Jawa Timur Probolinggo, Jawa Timur Sampang, Jawa Timur Sidoarjo, Jawa Timur Situbondo, Jawa Timur Sumenep, Jawa Timur Trenggalek, Jawa Timur Tuban, Jawa Timur Tulungagung, Jawa Timur Bengkayang, Kalimantan Barat Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Kayong Utara, Kalimantan Barat Ketapang, Kalimantan Barat Kota Pontianak, Kalimantan Barat Kota Singkawang, Kalimantan Barat Kubu Raya, Kalimantan Barat Landak, Kalimantan Barat Melawi, Kalimantan Barat Pontianak, Kalimantan Barat Sambas, Kalimantan Barat Sanggau, Kalimantan Barat Sekadau, Kalimantan Barat Sintang, Kalimantan Barat Balangan, Kalimantan Selatan Banjar, Kalimantan Selatan Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Kotabaru, Kalimantan Selatan Tabalong, Kalimantan Selatan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Tanah Laut, Kalimantan Selatan Tapin, Kalimantan Selatan Barito Selatan, Kalimantan Tengah Barito Timur, Kalimantan Tengah Barito Utara, Kalimantan Tengah Gunung Mas, Kalimantan Tengah Kapuas, Kalimantan Tengah Katingan, Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Lamandau, Kalimantan Tengah Murung Raya, Kalimantan Tengah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Seruyan, Kalimantan Tengah Sukamara, Kalimantan Tengah Berau, Kalimantan Timur Bulungan, Kalimantan Timur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Kota Bontang, Kalimantan Timur Kota Samarinda, Kalimantan Timur Kota Tarakan, Kalimantan Timur Kutai Barat, Kalimantan Timur Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Kutai Timur, Kalimantan Timur Malinau, Kalimantan Timur Nunukan, Kalimantan Timur Paser, Kalimantan Timur Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Tana Tidung, Kalimantan Timur Bangka, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Belitung, Kepulauan Bangka Belitung Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Bintan, Kepulauan Riau Karimun, Kepulauan Riau Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau Kota Batam, Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Lingga, Kepulauan Riau Natuna, Kepulauan Riau Kota Bandar Lampung, Lampung Kota Metro, Lampung Lampung Barat, Lampung Lampung Selatan, Lampung Lampung Tengah, Lampung Lampung Timur, Lampung Lampung Utara, Lampung Mesuji, Lampung Pesawaran, Lampung Pringsewu, Lampung Tanggamus, Lampung Tulang Bawang, Lampung Tulang Bawang Barat, Lampung Way Kanan, Lampung Buru, Maluku Buru Selatan, Maluku Kepulauan Aru, Maluku Kota Ambon, Maluku Kota Tual, Maluku Maluku Barat Daya, Maluku Maluku Tengah, Maluku Maluku Tenggara, Maluku Maluku Tenggara Barat, Maluku Seram Bagian Barat, Maluku Seram Bagian Timur, Maluku Halmahera Barat, Maluku Utara Halmahera Selatan, Maluku Utara Halmahera Tengah, Maluku Utara Halmahera Timur, Maluku Utara Halmahera Utara, Maluku Utara Kepulauan Sula, Maluku Utara Kota Ternate, Maluku Utara Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara Pulau Morotai, Maluku Utara Bima, Nusa Tenggara Barat Dompu, Nusa Tenggara Barat Kota Bima, Nusa Tenggara Barat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat Alor, Nusa Tenggara Timur Belu, Nusa Tenggara Timur Ende, Nusa Tenggara Timur Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Kupang, Nusa Tenggara Timur Lembata, Nusa Tenggara Timur Manggarai, Nusa Tenggara Timur Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur Nagekeo, Nusa Tenggara Timur Ngada, Nusa Tenggara Timur Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur Sikka, Nusa Tenggara Timur Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur Asmat, Papua Biak Numfor, Papua Boven Digoel, Papua Deiyai, Papua Dogiyai, Papua Intan Jaya, Papua Jayapura, Papua Jayawijaya, Papua Keerom, Papua Kepulauan Yapen, Papua Kota Jayapura, Papua Lanny Jaya, Papua Mamberamo Raya, Papua Mamberamo Tengah, Papua Mappi, Papua Merauke, Papua Mimika, Papua Nabire, Papua Nduga, Papua Paniai, Papua Pegunungan Bintang, Papua Puncak, Papua Puncak Jaya, Papua Sarmi, Papua Supiori, Papua Tolikara, Papua Waropen, Papua Yahukimo, Papua Yalimo, Papua Fakfak, Papua Barat Kaimana, Papua Barat Kota Sorong, Papua Barat Manokwari, Papua Barat Maybrat, Papua Barat Raja Ampat, Papua Barat Sorong, Papua Barat Sorong Selatan, Papua Barat Tambrauw, Papua Barat Teluk Bintuni, Papua Barat Teluk Wondama, Papua Barat Bengkalis, Riau Indragiri Hilir, Riau Indragiri Hulu, Riau Kampar, Riau Kepulauan Meranti, Riau Kota Dumai, Riau Kota Pekanbaru, Riau Kuantan Singingi, Riau Pelalawan, Riau Rokan Hilir, Riau Rokan Hulu, Riau Siak, Riau Majene, Sulawesi Barat Mamasa, Sulawesi Barat Mamuju, Sulawesi Barat Mamuju Utara, Sulawesi Barat Polewali Mandar, Sulawesi Barat Bantaeng, Sulawesi Selatan Barru, Sulawesi Selatan Bone, Sulawesi Selatan Bulukumba, Sulawesi Selatan Enrekang, Sulawesi Selatan Gowa, Sulawesi Selatan Jeneponto, Sulawesi Selatan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan Kota Palopo, Sulawesi Selatan Kota Pare Pare, Sulawesi Selatan Luwu, Sulawesi Selatan Luwu Timur, Sulawesi Selatan Luwu Utara, Sulawesi Selatan Maros, Sulawesi Selatan Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan Pinrang, Sulawesi Selatan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan Sinjai, Sulawesi Selatan Soppeng, Sulawesi Selatan Takalar, Sulawesi Selatan Tana Toraja, Sulawesi Selatan Toraja Utara, Sulawesi Selatan Wajo, Sulawesi Selatan Banggai, Sulawesi Tengah Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Buol, Sulawesi Tengah Donggala, Sulawesi Tengah Kota Palu, Sulawesi Tengah Morowali, Sulawesi Tengah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Poso, Sulawesi Tengah Sigi, Sulawesi Tengah Tolitoli, Sulawesi Tengah Tojo Una-una, Sulawesi Tengah Bombana, Sulawesi Tenggara Buton, Sulawesi Tenggara Buton Utara, Sulawesi Tenggara Kolaka, Sulawesi Tenggara Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Konawe, Sulawesi Tenggara Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Muna, Sulawesi Tenggara Wakatobi, Sulawesi Tenggara Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Kota Bitung, Sulawesi Utara Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara Kota Manado, Sulawesi Utara Kota Tomohon, Sulawesi Utara Minahasa, Sulawesi Utara Minahasa Selatan, Sulawesi Utara Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Minahasa Utara, Sulawesi Utara Kep. Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara Agam, Sumatera Barat Dharmasraya, Sumatera Barat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat Kota Padang, Sumatera Barat Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Kota Pariaman, Sumatera Barat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Kota Solok, Sumatera Barat Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Padang Pariaman, Sumatera Barat Pasaman, Sumatera Barat Pasaman Barat, Sumatera Barat Pesisir Selatan, Sumatera Barat Sijunjung, Sumatera Barat Solok, Sumatera Barat Solok Selatan, Sumatera Barat Tanah Datar, Sumatera Barat Banyuasin, Sumatera Selatan Empat Lawang, Sumatera Selatan Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan Kota Palembang, Sumatera Selatan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan Lahat, Sumatera Selatan Muara Enim, Sumatera Selatan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Musi Rawas, Sumatera Selatan Ogan Ilir, Sumatera Selatan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan Asahan, Sumatera Utara Batu Bara, Sumatera Utara Dairi, Sumatera Utara Deli Serdang, Sumatera Utara Humbang Hasundutan, Sumatera Utara Karo, Sumatera Utara Kota Binjai, Sumatera Utara Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Kota Medan, Sumatera Utara Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara Kota Sibolga, Sumatera Utara Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara Labuhanbatu, Sumatera Utara Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara Langkat, Sumatera Utara Mandailing Natal, Sumatera Utara Nias, Sumatera Utara Nias Barat, Sumatera Utara Nias Selatan, Sumatera Utara Nias Utara, Sumatera Utara Padang Lawas, Sumatera Utara Padang Lawas Utara, Sumatera Utara Pakpak Bharat, Sumatera Utara Samosir, Sumatera Utara Serdang Bedagai, Sumatera Utara Simalungun, Sumatera Utara Tapanuli Selatan, Sumatera Utara Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Tapanuli Utara, Sumatera Utara Toba Samosir, Sumatera Utara